Salah satu cara terbaik untuk berbagi ilmu dan menyampaikan manfaat kepada orang lain adalah dengan menulis artikel. Lewat tulisan seseorang dapat mengungkapkan gagasan dan pemikiran secara terstruktur, sistematis dan mudah dipahami. Menulis artikel bukan sekedar merangkai kata, tetapi menjadi pengikat bagi ilmu yang sudah kita pelajari, media dakwah, edukasi dan bahkan menjadi sumbangan intelektual bagi masyarakat. Bukankah Imam Asy-Syafi’i pernah berkata:

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ * قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ[1]

Ilmu adalah buruan & Menulis adalah pengikatnya,

maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kokoh

Maka termasuk kebodohan, setelah kamu berburu kijang

lalu kamu tinggalkan begitu saja (Daiwan Imam Asy-Syafi’ ra)

 

Dengan menulis artiket, secara tidak langsung penulisnya dilatih untuk berpikir kritis dan analitis. Kita dituntut untuk menelaah referensi yang kredibel, akuntabel, memahami masalah lalu menyampaikannya dengan bahasa yang jelas dan tentunya dengan argumentasi yang kuat.

Baca Juga: Etika Bermedia Sosial dalam Perspektif Islam  

Bagi Mahasantri, Mahasiswa dan akademisi, seperti dosen, penelti atau ilmuan di perguruan tinggi dan riset, menulis artikel merupakan bagian terpenting dari tradisi intelektual dami memperkaya khazanah keilmuan.

Untuk mulai menulis, tidak perlu menunggu sempurna, Mulailah dari topik yang sudah kita pelajari, susunlah dengan kerangka yang sederhana, mulai dari pendahuluan, pembahasan dan penutup. Yang terpenting konsistensi. Maka teruslah menulis karena semakin sering menulis, kemampuan kita akan semakin terasa.

Ayo menulis artikel, karena setiap tulisan yang baik dan bermanfaat akan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir kepada kita.



[1] Marzuki Ibn Hiyas Az-Zahrani, Syarah Musnad ad-Darimi, Juz. II, (Rijalul  A’mal,  2021,) h. 116.

 

2 Komentar